Jumat, 16 Oktober 2015

TUGAS 1 ISD Sebagai Komponen MKDU. ILMU SOSIAL DASAR#

ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI KOMPONEN MATA KULIAH DASAR UMUM

IRZAN ADITIA N
13115472
1KA18

A. ISD SEBAGAI KOMPONEN MKDU
Mahasiswa memahami hakekat dan fungsi ISD dalam perguruan Tinggi



Tujuan pendidikan umum diperguruan tinggi :
  1. Sebagai usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota bermasyarakat dan bangsa serta agama
  2. untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan-kenyataan sosial yang timbul didalam masyarakat indonesia
  3. Memberikan pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu berpikir secara interdisipliner, dan mampu memahami pikiran para ahli berbagai imu pengetahuan, sehingga dengan demikian memudahkan mereka berkomunikasi.

    Jadi pendidikan umum yang menitikberatkan pada usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa, pada dasarnya berbeda dengan mata kuliah bantu yangbertujuan untuk menopang keahlian mahasiswa dalam bidang atau disiplin ilmunya.
     Pendidikan umum yang diselenggarakan oleh universitas dan instuisi kemudian dikenal dengan mata kuliah dasar umum atau MKDU yang terdiri dari beberapa mata kuliah , yaitu :
  1. Agama
  2. Kewarganegaraan
  3. Pancasila
  4. Kewiraan
  5. IBD (Ilmu Budaya Dasar)
  6. ISD (Ilmu Sosial Dasar)


    Ilmu sosial dasar adalah salah satu mata kuliah dasar umum yang merupakan mata kuliah wajib yang diberikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Tujuan diberikan mata kuliah ini adalah semata-mata sebagai salah satu usaha yang diharapkan dapat memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat peduli terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi dilingkungan dan dapat memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan ilmu sosial dasar.

    Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang :
  1. Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengalaman nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana indonesia.
  2. Taqwa terhadap Tuhan YME, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki toleransi terhadap pemeluk agama lain.
  3. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, politik maupun pertahanan keamanan.
  4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitas, maupun lingkungan alamiahnya dan secara bersama-sama berperan serta didalam pelestariannya.
3 Kemampuan yang diharapkan dihasilkan dari lulusan pendidikan tinggi :
  1. Kemampuan akademis; adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sistematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahannya.
  2. Kemampuan profesional; adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
  3. kemampuan personal; adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan , serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat indonesia.


Latar Belakang ISD

    Latar belakang diberikannya ISD adalah banyaknya kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan kita oleh sejumlah para cendikiawan, terutama sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan. Mereka menganggap sistem pendidikan kita berbau kolonial, dan masih merupakan warisan sistem pemerintah belanda, yaitu kelanjutan ari politik balas budi yang di anjurkan oleh Conrad Theodore Van Dventer. Sistem ini bertujuan menghasilkan tenaga-tenaga terampil untuk menjadi "tukang-tukang'' yang mengisi birokrasi mereka dibidang administrasi, perdagangan , teknik dan keahlian lain dengan tujuan eksploitasi kekayaan negara.
    Ternyata sekarang masih dirasakan banyaknya tenaga ahli yang berpengetahuan keahlian khusus dan mendalam, sehingga wawasannya sempit. Padahal sumbangan pemikiran dan adanya komunikasi ilmiah antara lain disiplin ilmu diperlukan dalam memecahkan berbagai masalah sosial masyarakat yang demikian kompleks.
Hal lain, sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yang "elite" bagi masyarakat kita sendiri , kurang akrab dengan lingkungan masnyarakat, tidak mengenali dimensi-dimensi lain diluar disiplin keilmuannya. Perguruan tinggi seolah-olah menara gading yang banyak menghasilkan sarjana-sarjana "tukang" tidak mau peka terhadap denyut kehidupan, kebutuhan, serta perkembangan masyarakat.

Pengertian ISD

    Ilmu Sosial Dasar adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan sosialnya dapat menjadi lebih besar

Tujuan ISD

    ISD bertujuan membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas. dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan.

3 Kelompok Besar Ilmu Pengetahuan
  1. Ilmu-ilmu Alamiah (natural science).  Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu. lalu, dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah.
  2. Ilmu-ilmu Sosial (sosial science).  Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat.
  3. Pengetahuan Budaya (the humanities)  bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hali ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengertian Masalah Sosial

    Pengertian "Masalah Sosial' memiliki dua pendefinisian pertama pendefinisian menurut umum, kedua menurut para ahli :
Menurut Umum : Menurut umum atau warga masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial.
Menurut Ahli : Menurut para ahli, masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang dapat menumbuhkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarkat secara keseluruhan.

Contoh Masalah Sosial
 
    "Pedagang Kaki Lima" . Menurut definisi umum, pedagang kaki lima bukan masalah sosial karena merupakan upaya mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya, dan pelayanan bagi warga masyarakat pada taraf ekonomi tertentu . Sebaliknya para ahli perencanaan kota menyatakan pedagang kaki lima sebagai sumber kekacauan lalu lintas dan peluang kejahatan. Batasan lebih tegas lagi dikemukakan oleh Leslie (1974) yang disitat oleh Parsudi (1981), bahwa masalah sosial adalah suatu kondisi yang mempunyai pengaruh kepada kehidupan sebagian warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai, oleh karena itu dirasakan perlunya untuk diatasi dan di perbaiki.


B.PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
    Mahasiswa dapat memahami dan menghayati berbagai kenyataan yang diwujudkan oleh pertumbuhan penduduk yang cepat, mengkaji pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial, mengkaji hubungan antar masalah penduduk dengan perkembangan kebudayaan

Pengertian Penduduk
    
    Penduduk dalam pengertian luas diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tertentu. Penduduk dalam arti luas itu sering di istilahkan populasi dan disini dapat meliputi populasi hewan, tumbuhan dan juga manusia. Dalam kesempatan ini penduduk digunakan dalam pengertian orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah,tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.

Pengertian Masyarakat 

    Masyarakat adalah suatu Kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturan dalam kehidupan sosialnya  telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Tekanannya disini terletak pada adanya peranan pranata sosial, tanpa adanya pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial disini dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perorangan maupun secara kelompok.

Keterkaitan antara penduduk masyarakat dan kebudayaan

    Keterkaitan antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan merupakan konsep suatu hubungan yang saling bertautan satu dengan yang lain. Antara penduduk dengan masyarakat, dan antara masyarakat dengan kebudayaan itu sendiri saling mempunyai hubungan-hubungan mendasar. Contohnya saja hubungan antara penduduk dengan masyarakat. Pada suatu daerah tertentu, tentu saja terdapat orang-orang yang bermukim atau biasa di sebut penduduk. Penduduk-penduduk tersebut setiap harinya saling melakukan interaksi sosial, sehingga kita dapat menyebut bahwa mereka hidup sebagai masyarakat. Dengan menyimpulkan contoh diatas, kumpulan penduduk yang mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu yang cukup lama dapat kita simpulkan sebagai masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu pula. Dalam maksud yaitu penduduk dalam arti umum, yaitu kelompok manusia atau kelompok orang.
    Kemudian antara masyarakat dan kebudayaan juga mempunyai hubungan yang cukup erat. Dimana masyarakat sendiri tidak akan bisa hidup tanpa adanya keikutsertaan aspek-aspek kebudayaan dalam kehidupan mereka. Dan kebudayaan itu sendiri tidak dapat muncul dan berkembang apabila tidak ada masyarakat di dalamnya. Serta dengan masyarakat itulah kebudayaan di suatu daerah dapat berkembang. Hubungan saling membutuhkan inilah yang membuat masyarakat dan kebudayaan saling berkaitan.

 Penduduk dan permasalahannya
     Orang yang pertama mengemukakan teori mengenai penduduk ialah "Thomas Robert Malthus". Dalam edisi pertamanya "Essay Population" tahun 1798. Malthus mengemukakan adanya dua persoalan pokok, yaitu bahwa bahan makanan adalah penting untuk kehidupan manusia dan manusia tidak dapat ditahan. Bertitik tolak dari hal itu teori Malthus yang sangat terkenal yaitu bahwa berlipat gandanya penduduk itu menurut deret ukur, sedangkan berlipat gandanya bahan makanan menurut deret hitung, sehingga pada suatu saat akan timbul persoalan-persoalan yang berhubungan dengan penduduk.    Tidak lama setelah malthus mengemukakan pendapatnya, timbulah kemudian bermacam-macam teori/pandangan sebagai kritis atau sebagai perbandingan atas teori Malthus.Misalnya saja pandangan yang mengemukakan bahwa pertambahan penduduk itu merupakan hasil (resulta) dari keadaan sosial termasuk ekonomi, dimana orang saling berhubungan dan terkenal sebagai teori sosial tentang pertambahan penduduk.    Disamping itu juga ada yang berpendapat bahwa manusia itu dalam kehidupannya terkait dengan alam atau daerah dimana mereka hidup. Oleh karena itu penduduk dunia bertambah karena kelahiran lebih besar dari kematian. ini disebabkan karena manusia sebagai mahkluk hidup akan selalu berusaha agar mempunyai keturunan dan memperjuangkan hidupnya untuk dapat hidup panjang dan ini sering dikenal dengan teori alam tentang pertumbuhan penduduk.

Pengertian Angka Kelahiran dan Rumusan angka kelahiran 


     Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.      Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu:

1. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
CBR = B/P x 1000
Dimana : CBR = Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)
B = Jumlah kelahiran dalam satu tahun
P = Jumlah seluruh penduduk pada pertengahan tahun
1000 = konstanta
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.

2. Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate) disingkat ASFR
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
ASFRx = Bx/Pfx x k
Dimana : ASFRx = Angka kematian menurut kelompok umur x
Bx = Jumlah Kelahiran dari wanita pada kelompok umur x
Pfx = Jumlah wanita pada kelompok umur x
K = Konstanta (angka 1000)
X = Umur wanita kelompok umur tertentu yang umumnya
dihitung tiap 5 tahun seperti 15 – 19 tahun, 20 – 24 tahun
dan seterusnya
Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran. Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
 

 Dinamika Penduduk 
    
    Dinamika penduduk menunjukan adanya factor perubahan dalam hal jumlah penduduk yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan penduduk. penduduk bertambah tidak lain karena adanya unsur lahir,mati,datang dan pergi dari penduduk itu sendiri. Karena keempat unsur tersebut maka pertambahan penduduk dapat dilakukan dengan cara : pertambahan penduduk = (lahir - mati) + (datang - pergi). Pertambahan penduduk alami karena diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian. Unsur penentu pertambahan penduduk ialah fertilitas dan moralitas.  
   Untuk memproyeksikan dinamika penduduk dapat menggunakan rumus berikut :


 
Pn = ( 1 + r ) n x Po
Pn = Jumlah penduduk yang dicari pada tahun tertentu

R  = tingkat pertumbuhan penduduk dalam prosen

n    = Jumlah dari tahun yang akan diketahui



Po= Jumlah pendudukan yang diketahui apa tahun dasar

jawab Sebagai contoh penduduk di Indonesia 96 juta, dengan tingkat pertambahan penduduk 2,4,5 berapa penduduk Indonesia tahun 2001?

Jawab

( 1 + 2,4 / 100 ) 40 x 96 juta = 248 juta



Piramyda penduduk



    Piramida penduduk adalah grafik susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada saat tertentu dalam bentuk pyramid. Garis aksisnya (vertical) menujukan interval umur dan jenis kelamin, Garis (Horisontal) menunjukan jumlah atau prosentasi.

Berdasarkan komposisinya piramida penduduk dibedakan atas :

Piramida penduduk muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan, alasannya lebih besar dan ujungnya runcing, jumlah kelahiran lebih besar daripada kematian
Piramida stasioner
disini keadaan penduduk usia muda, usia dewasa dan lanjut usia seimbang, piramida penduduk stasioner ini merupakan idealnya keadaan penduduk suatu Negara
Piramida penduduk tua, yaitu piramida penduduk yang menggambarkan penduduk dalam kemunduran, pyramid ini menunjukan bahwa penduduk usia muda jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan penduduk dewasa, hal ini menjadi masalah karena jika ini berjalan terus menerus memungkinkan penduduk akan menjadi musnah karena kehabisan. Disini angka kelahiran lebih kecil dari angka kematian


Pesebaran Penduduk
   Persebaran penduduk secara umum adalah Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau Negara.Persebaran penduduk dapat dibagi menjadi dua:

1. Persebaran penduduk berdasarkan geografisPersebaran penduduk secara geografis adalah   karakteristik penduduk menurut batas-batas alam seperti pantai, sungai, danau dan sebagainya.
 2. Persebaran penduduk berdasarkan administrasi pemerintahanPersebaran penduduk secara administrasi adalah karakteristik penduduk menurut batas-batas wilayah administrasi yang ditetapkan oleh suatu negara, misalnya jumlah penduduk di desa A atau di kecamatan B.

Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio)
Rasio Ketergantungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan menurut usia terbagi menjadi 2, yaitu Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
  • Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 - 64 tahun.
  • Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun
Rasio Ketergantungan dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut : RK Total = P(0-14) + P(65+) x 100
                            P (15-65)
dimana :
RK Total     = Rasio Ketergantungan total
P(0-14)   =  Penduduk Usia Muda
P(65+)    =  Penduduk Usia Tua
P(15-65) =  Penduduk Usia Produktif
Pengertian Kebudayaan

    Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan selanjutnya cipta merupakan kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan (selo sumardjan.s) 
Para ahli mengemukakan adanya unsur kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :
  1. Unsur religi
  2. Sistem kemasyarakatan
  3. Sistem peralatan
  4. Sistem mata pencahariaan hidup
  5. Sistem bahasa
  6. Sistem pengetahuan
  7. Seni
Bertolak dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :
  1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya ada dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup
  2. Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3. Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia
 Kebudayaan Hindu Budha
    Pada abad ke -3 dan ke- 4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan hindu  berasal dari india  berlangsung luwes dan mantap.
    Sekitar abad ke 5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke indonesia, khususnya pulau Jawa. Ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hindunisme, sebab budhaisme tidak menghendaki adanya kasta dalam masyarakat.\
    Walaupun demikian, kedua agama tersebut tumbuh berdampingan dan berkembang secara damai. Baik penganut maupun budhisme melahirkan karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/arsitektur, relief - relief, seni ukir maupun sastra. Seperti tercemin dalam bangunan/ arsitektur yang diabadikan dalam candi - candi dijawa tengah maupun jawa timur. candi - candi yang dimaksud diantaranya: Candi Borobudur, Mendut, Prambanan , Kalasan , Badut, Kidal , Jago, Singasari, disekitar kota malang. Candi Penataran dan Siwa disekitar kota Blitar, semua wilayah di provinsi jawa timur.
Kebudayaan Islam
   Pada abad ke 15 dan ke 16, agama islam telah dikembangkan di indonesia oleh para pemuka islam yaitu wali sangan. Titik Sentral penyebaran agama islam berada di pula Jawa. Sebenarnya agama islam masuk ke Indonesia sebelum pada abad ke - 15 dengan bukti ditemukannya ada sebuah makam wanita islam yang berada di kota Gresik. Masuknya agama islam berlangsung dalam suasana damai. Hal ini disebabkan islam masuk ke indonesia tidak dengan paksa , melainkan dengan baik - baik.
   Pada abad ke -15, ketika kejayaan maritim majapahit mulai surut, berkembanglah negara-negara pantai yang merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit. Negara yang dimaksud adalah negara di semenanjung malaka, Aceh , ujung pulau sumatra, banten, Demak dan Goa. perkembangan negara tersebut dikendalikan oleh pedagang2 kaya dan bangsawan . dan nampaknya terpengaruh dan menganut ajaran Islam.
    Agama islam berkembang pesat di indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk indonesia. tak dapat di pungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam mewarnai sebagian besar penganut nya di indonesia. Dengan begitu , agama islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa indonesia. 

Kebudayaan Barat

   Awal kebudayaan barat masuk ke indonesia ini ketika kaum kolonialisme/ penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. tanah air indonesia telah dijajah selama 350 tahun dari kolonialisme belanda dan dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VoC). Di pusat kekuasaan pemerintah belanda, di kota-kota provinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur barat. Dalam kurun waktu itu juga di kota-kota pusat pemerintahan terutama jawa,sulawesi,dan maluku berkembang du lapisan soisal . Lapisan Pertama : terdiri dari kaum buruh dan berbagai lapangan pekerjaan. lapisan kedua : adalah kaum pegawai , dilapisan kedua inilah pendidikan barat di sekolah sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
    Kebudayaan eropa yang masuk kedalam kebudayaan indonesia adalah agama katolik dan protestan, agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh oraganisasi penyiaran agama yang semuanya bersifat swasta. penyiaran dilakukan terutama di daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu,budha, atau islam. seperti Papua, Maluku  tengah& selatan, Sulawesi utara & selatan, NTT, dan pedalaman kalimantan.

Kebudayaan dan Kepribadian

    Berbagai penelitian antropologi budaya menunjukkan, bahwa terdapat korelasi diantara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota-anggota masyarakat, secara garis besar. Opini umum juga menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan.


    Tata budaya dan kepribadian yang dibakukan dalam sistem nilai, sistem kaidah orang-orang barat dan komunis membenarkan kebiasaan / tingkah laku seperti itu. sama sekali bukan merupakan pelanggaran adat istiadat..

     sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok masyarakat dapat dikukuhkan sebagai hukum adat.Di laur itu ciri-ciri kepribadian suatu kelompok masyarakat/bangsa, juga tercermin dalam penampilan sikap hidup sehari-hari.

Pranata Sosial dan Institusionalisasi

    Untuk menjaga agar hubungan antar anggota masyarakat dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka didalam masyarakat dibedakan adanya : cara atau usage, kelaziman (kebiasaan) atau folksways, tata kelakuan atau mores, dan adat istiadat costom.
    Usage 


  Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah dibanding dengan kebiasaan. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antarindividu. Suatu penyimpangan terhadap cara tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat, tetapi hanya sekedar celaan. Misalnya, cara makan dengan mengeluarkan bunyi. Orang yang melakukannya akan mendapat celaan dari anggota masyarakat yang lain karena dianggap tidak baik dan tidak sopan.
     Folksway
 Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara (usage). Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan diulang-ulang dalam bentuk yang sama yang membuktikan bahwa banyak orang menyukai perbuatan tersebut. Contohnya kebiasaan menghormati orang-orang yang lebih tua, membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan sebelum makan, serta mengucapkan salam sebelum masuk rumah. Setiap orang yang tidak melakukan perbuatan tersebut dianggap telah menyimpang dari kebiasaan umum yang ada dalam masyarakat.

   Mores
 Apabila kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara perilaku saja, tetapi diterima sebagai norma pengatur, maka kebiasaan tersebut menjadi tata kelakuan. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Tata kelakuan di satu pihak memaksakan suatu perbuatan, namun di lain pihak merupakan larangan, sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut.

   Costom
 Tata kelakuan yang berintegrasi secara kuat dengan pola-pola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adat istiadat. Anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat akan mendapatkan sanksi keras. Contohnya hukum adat masyarakat Lampung yang melarang terjadinya perceraian antara suami istri. Apabila terjadi perceraian, maka tidak hanya nama orang yang bersangkutan yang tercemar, tetapi juga seluruh keluarga, bahkan seluruh suku. Oleh karena itu, orang yang melakukan pelanggaran tersebut dikeluarkan dari masyarakat, termasuk keturunannya, sampai suatu saat keadaan semula pulih kembali. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan upacara adat khusus (yang biasanya membutuhkan biaya besar). 
sumber: http://softilmu.blogspot.co.id/2013/12/norma-sosial.html

    Dr. Koentjaningrat membagi lembaga sosial/pranata - pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu :
  1. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan atau domestic institutions
  2. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup (economic institution)
  3. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institution)
  4. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institution)
  5. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (aestheic anda recreational institution)
  6. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan tuhan atau ghaib (religius instituions)
  7. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan kelompok atau bernegara (political institutions)
  8. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia (cosmetic institution)

Studi Kasus
    
Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan dan keragaman alam serta budaya yang luar biasa. Tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia termasuk tinggi, yakni sekitar 1,98% per tahun. Indonesia merupakan negara dengan nomor urut keempat dalam besarnya jumlah penduduk setelah China, India, dan Amerika Serikat. Menurut data statistik dari BPS, jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah 225 juta jiwa, dengan angka pertumbuhan bayi sebesar 1,49 % per tahun. Angka pertumbuhan ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan angka pertumbuhan bayi pada tahun 1970, yaitu sebesar 2,34%. Dengan jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa, maka pertambahan penduduk setiap tahunnya adalah 3,5 juta jiwa. Jumlah itu sama dengan jumlah seluruh penduduk di Singapura. Lonjakan penduduk yang sangat tinggi atau baby booming di Indonesia akan berdampak sangat luas, termasuk juga dampak bagi ekologi atau lingkungan hidup. Hal itu dapat mengganggu keseimbangan, bahkan merusak ekosistem yang ada. Dengan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,98% per tahun, penduduk Indonesia pada 45 – 50 tahun mendatang diperkirakan akan berlipat ganda yakni menjadi 480 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk yang meningkat drastis, tentunya menyisakan penduduk miskin. Penduduk miskin mempunyai keterbatasan mengakses kebutuhan dasar yang tentunya berpengaruh pada tubuh yang lemah dan kesehatan secara keseluruhan, sehingga mereka tidak dapat mencari nafkah dengan baik, tentunya hal ini membawa konsekuensi pada kemiskinan yang lebih dalam dan panjang dari generasi ke generasi, biasa disebut lingkaran setan kemiskinan, atau kemiskinan struktural.

Opini
    Berdasarkan studi kasus diatas dapat dilihat bahwa pertumbuhan penduduk di Indonesia :
1. Semakin hari semakin bertambah. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan penduduk tidak merata dimana masyarakat yang belum produktif lebih banyak dibandingkan dengan yang produktif.
2. Angka pengangguran dan kriminalitas meningkat
3. Kualitas dan kesejahteraan dari kehidupan masyarakat menurun
4. Tercemarnya lingkungan
5. Menurunya fasilitas pelayanan dari pemerintah

     Untuk itu, sebaiknya pemerintah perlu melakukan :
1. Perencanaan, pengaturan, dan pembatasan kelahiran (dengan KB)
2. Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup yang baik melalui sekolah, kursus-kursus, dan perkumpulan lainnya untuk  menampung tenaga kerja
3. Meratakan persebaran penduduk dengan mengadakan transmigrasi dan melaksanakan pembangunan desa untuk membendung arus urbanisasi dan terkonsentrasinya penduduk di suatu daerah
4. Memperluas kesempatan kerja
5. Meningkatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan perumahan.
6. Perluasan industrialisasi, baik ringan maupun berat.
7. Perencanaan penggunaan tanah untuk pertanian, pembangunan, dan permukiman dengan tetap memperhatikan kelestariannya supaya tidak merugikan kehidupan manusia di sekitarnya.
8. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersahabat dengan lingkungan untuk meningkatkan mutu kehidupan manusia.
sumber : ISD Gunadarma 
              http://softilmu.blogspot.co.id/2013/12/norma-sosial.html
sumber studi kasus : http://hanamansyur25.blogspot.co.id/
              


   
 



 


     







      

    

    

    

     
 

      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS 4 SOFTSKILL BAHASA INGGRIS BISNIS 2

TUGAS 4 SOFTSKILL BAHASA INGGRIS BISNIS 2 IRZAN ADITIA N 13115472 4KA10 Practice Test 1 (Listening Section)  7. Spe...