ANALISIS KINERJA SISTEM
(MANAJEMEN KONTROL PROGRAMING)
IRZAN ADITIA
N
(13115472)
4KA10
Top-Down Test
Top-Down Test adalah pengujian terpadu dimana modul terintegrasi paling atas
diuji sampai modul paling bawah dan cabang modul diuji langkah demi langkah
sampai akhirnya modul terkait. Jika suatu modul modul atas memanggil modul
modul bawah, maka modul atas diimplementasikan dan diintegrasikan lebih dahulu.
Kapan dan
contoh integration testing dilakukan top-down test ?. Sesungguhnya sistem biasanya dikembangkan dan diuji dengan menggunakan
campuran pendekatanTop-Down dan Button-Up, jadwal
pengembangan yang berbeda untuk bagian sistem yang berbeda berarti bahwa tim
integrasi dan pengujian harus bekerja dengan komponen apapun yang tersedia.
Dengan demikian, campuran stub dan test driver pada
akhirnya harus dikembangkan pada saat proses pengujian integrasi. Intinya
pengujian yang dilakukan harus sesuai dengan permasalahan kasus atau software
yang dibangun, karena pada dasarnya pendekatan Top-Down dan Bottom-Up mempunyai
kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Contoh
Sederhana Top-Down Test
kita membuat skenario pengetesan seperti berikut,
mahasiswa akan menginput data diri :
a). Nik mahasiswa harus
sama dengan 12345
b). Nama mahasiswa harus
sama dengan Irzan Aditia Noviandi
c). Untuk alamat dan kota nilainya harus Bandung
Pada pendekatan Top-Down pengujian akan memeriksa nilai inputan yang dimasukkan mahasiswa. Pemeriksaan akan dilakukan mulai dari modul atas (NPM) dan kemudian jika ditemukan dalam database, nilai npm akan digunakan untuk mencari identitas pemilik NPM tersebut, dan begitu seterusnya sampai pengujian pemeriksaan berhasil ditemukan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar